Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kisah Omjay: Dari Ruang Kelas SMP Labschool Jakarta Ke Kampus CUMT China

1 Agustus 2026   21:38 Diperbarui: 2 Agustus 2026   05:40 81 3 0

Sebagai seorang Guru Blogger Indonesia, saya merasa memiliki tanggung jawab untuk terus menumbuhkan budaya literasi melalui tulisan, pelatihan, dan berbagai kegiatan yang mendorong guru serta peserta didik untuk gemar membaca dan menulis.

Tentu saja, saya menyadari bahwa Indonesia dan China memiliki kondisi yang berbeda. Tidak semua praktik pendidikan yang saya lihat dapat diterapkan secara langsung di Indonesia. Namun, nilai-nilai yang mendasarinya sangat relevan untuk kita pelajari. 

Disiplin, budaya riset, kolaborasi, pembelajaran berbasis proyek, penghargaan terhadap profesi pendidik, serta semangat belajar sepanjang hayat merupakan prinsip-prinsip yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pendidikan di Indonesia. 

Perjalanan ini mengajarkan bahwa perubahan tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Perubahan dapat dimulai dari satu ruang kelas, satu guru, dan satu langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

Omjay di SMP Labschool Jakarta/dokpri
Omjay di SMP Labschool Jakarta/dokpri

Ketika perjalanan akademik di China berakhir, saya kembali ke Indonesia dengan membawa perspektif baru. Saya tidak hanya membawa catatan, foto, atau kenangan indah, tetapi juga membawa inspirasi untuk terus memperbaiki proses pembelajaran. 

Saya semakin yakin bahwa guru harus berani membuka diri terhadap pengalaman baru, belajar dari berbagai negara, dan menyesuaikan pengetahuan tersebut dengan karakter bangsa sendiri. Pendidikan yang maju tidak lahir dari sikap merasa paling benar, tetapi dari kerendahan hati untuk terus belajar.

Perjalanan dari ruang kelas Indonesia ke kampus China akhirnya menjadi perjalanan yang menghubungkan dua dunia pendidikan dengan karakter yang berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama, yaitu menciptakan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan. Dari Indonesia saya membawa semangat pengabdian, gotong royong, dan keberagaman budaya. 

Dari China saya membawa inspirasi tentang disiplin, inovasi, budaya riset, dan pembelajaran yang berorientasi pada masa depan. Ketika kedua pengalaman tersebut dipadukan, saya semakin percaya bahwa masa depan pendidikan Indonesia akan semakin cerah apabila setiap guru terus belajar, terus berbagi, dan tidak pernah berhenti mengembangkan diri. Sebab, perjalanan seorang guru sejatinya tidak pernah berakhir; setiap langkah menuju ilmu adalah langkah menuju masa depan yang lebih baik bagi bangsa.

Hal yang paling menarik selama 21 hari belajar STEAM di China bukan hanya teknologinya, tetapi juga cara berpikir (mindset) pendidikan. Berikut beberapa hal yang dapat menjadi refleksi Omjay.

1. Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7