Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025
Di Irak, Imam Syafi'i menjadi murid yang unggul, sehingga kepintarannya tersebar ke seluruh penjuru negeri. Dalam waktu singkat, Imam Syafi'i mendapat mandat untuk mengajar hingga akhirnya beliau menjadi ulama besar di penjuru Hijaz dan Irak.

Pada suatu saat, ibunda Imam Syafi'i menunaikan ibadah haji dan mendengarkan pengajian di Masjidil Haram yang dipimpin seorang ulama besar dari Irak.
Dalam pengajian itu sering disebut nama ulama besar Muhammad bin Idris As Syafi 'i yang membuat Ibundanya penasaran, apakah yang disebut-sebut itu adalah putranya?
Lalu beliau bertanya pada ulama di majelis tersebut.
"Wahai Syaikh, siapakah Dia Muhammad bin Idris as Syafi'i itu?"
"Dia adalah guruku, seorang ulama besar di Irak, yang berasal dari Mekah."
"Sesungguhnya Muhammad bin Idris as Syafi'i itu adalah putraku!"
Ulama itupun langsung tunduk hormat pada Ibunda guru nya. Rupanya ulama itu sedang berhaji dan akan kembali ke Irak
Ibunda Imam Syafi'i pun menitip pesan untuk Imam Syafi'i. " Katakan pada putraku, jika dia ingin pulang ke Mekah, maka pulanglah!"
Sesampai di Mekah, ulama itupun menyampaikan pesan Ibunda kepada Imam Syafi'i yang membuat kerinduannya tak tertahan pada Ibundanya. Maka Imam Syafi'i pun bersiap pulang ke kampung halamannya.