Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025
Imam Syafi'i mendapat bekal berlimpah berupa makanan, harta dan ratusan onta. Kepulangan nya dikawal murid-murid nya seperti rombongan raja yang akan berkunjung ke suatu tempat.

Saat sudah sampai di perbatasan Mekah, Imam Syafi'i mengutus salah satu muridnya untuk memberi tahu Ibunda nya, bahwa beliau akan segera tiba. Sang muridpun bergegas menemui Ibunda Imam Syafi'i dan menyampaikan pesannya.
Ibundanya pun bertanya," Apa saja yang ia bawa?"
" Imam Syafi'i datang dengan ratusan unta dan harta yang berlimpah," jawab muridnya.
Mendengar jawaban itu Ibunda justru marah dan menyatakan dengan tegas, " Aku menyuruh nya berkelana bukan untuk mencari dunia. Dia tidak boleh pulang ke rumah!"
Muridnya pun menyampaikan pesan Ibundanya pada Imam Syafi'i dengan hati cemas, tapi Imam Syafi'i yang memahami Ibu, paham apa yang diinginkan Ibundanya. Beliau segera membagikan harta dan untanya kepada penduduk Mekah dan hanya menyisakan kitab-kitab miliknya.

Kemudian Imam Syafi'i kembali mengutus muridnya untuk menemui Ibunya dan mengabarkan bahwa dia telah membagikan semua hartanya.
Akhirnya Sang Ibu menerima kepulangan putranya dengan penuh cinta dan haru. Kebahagiaan seorang Ibu saat putranya telah kembali seperti amanah yang diberikan kepada nya.
Masya Allah! Sungguh putra dan Ibu yang beruntung karena kemuliaan akhlak dan hatinya.