Yang menarik, satu galon bekas pun bisa memiliki fungsi baru. Sampah dapur seperti sisa sayuran, kulit buah, dan bahan organik lainnya tidak langsung masuk tempat sampah, tetapi dikumpulkan untuk diproses.
Tentu saja tidak semua sampah dapur cocok dimasukkan. Kita perlu memilah bahan organik dan menghindari memasukkan plastik, logam, bahan kimia, atau benda lain yang sulit terurai.

Aneka Bentuk, Satu Tujuan
Kalau melihat kreativitas orang-orang di sekitar kita, komposter dari galon bekas ternyata bisa dibuat dalam berbagai bentuk.
Ada model sederhana yang hanya menggunakan satu galon. Ada model bertingkat dengan wadah penampung cairan di bagian bawah. Ada pula yang menggabungkan beberapa galon sekaligus untuk menampung sampah organik dalam jumlah lebih banyak.
Saya justru melihat keunikan dari kegiatan seperti ini. Bentuk komposter tidak harus seragam. Yang penting prinsipnya benar, mudah digunakan, dan aman.

Galon bekas juga bisa diberi label atau tulisan sederhana seperti "Sampah Organik", "Komposter", atau "Pupuk Cair". Selain terlihat lebih rapi, cara ini juga bisa menjadi pengingat bagi anggota keluarga agar tidak mencampurkan sampah sembarangan.
Kalau ditempatkan di halaman, kebun kecil, atau area belakang rumah, komposter sederhana ini bahkan bisa menjadi bagian dari kegiatan berkebun.
