Sampah Dapur Tidak Selalu Berakhir di Tempat Sampah
Setiap hari kita menghasilkan sampah. Mulai dari kulit pisang, kulit buah, sisa sayuran, sampai potongan bahan makanan yang tidak terpakai.
Kalau semuanya langsung masuk ke tempat sampah, volumenya tentu semakin banyak.
Namun ketika sampah organik dipisahkan sejak dari dapur, sebagian bisa kita olah sendiri.
Di sinilah keberadaan komposter menjadi menarik.
Kita belajar bahwa sampah sebenarnya tidak selalu berarti sesuatu yang harus segera dibuang. Ada material yang masih bisa dimanfaatkan kembali apabila kita tahu cara mengelolanya.
Bagi saya, kegiatan membuat komposter dari galon bekas bukan hanya soal menghasilkan pupuk. Ada kebiasaan baru yang sedang dibangun, yaitu memilah sampah dari sumbernya.
Kebiasaan kecil ini justru sangat penting.
Pupuk Organik Cair dari Rumah
Dalam proses penguraian bahan organik, akan muncul cairan yang perlu dikelola dengan baik. Cairan hasil pengolahan tersebut sering dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik cair setelah melalui proses yang sesuai.
Namun kita juga perlu berhati-hati. Cairan dari komposter tidak otomatis aman digunakan langsung pada tanaman. Proses pengomposan, jenis bahan yang digunakan, tingkat kematangan, dan pengenceran perlu diperhatikan.