Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

"Mau nastar!"
"Boleh. Tapi satu saja ya!"
"Iya. Terima kasih Bunda..!"
"Mau coklat!"
"Nanti lagi ya, sekarang Adek makan buah dulu!"
Mungkin itu dialog saat anak-anak kita masih kecil dan ingin menikmati kudapan lebaran yang tertata rapi di atas meja. Nastar, kastangle, roti semprit, coklat, biskuit.
Lebaran biasanya identik dengan hidangan bersantan dan tinggi gula, yang jika dikonsumsi berlebihan bisa membuat anak-anak kurang nyaman atau kehilangan nafsu makan untuk makanan bergizi. Bahkan mungkin bisa sampai menderita diare jika mengonsumsi hidangan lebaran tak terkontrol.
Di desa saya, Kami biasa bersilaturahmi ke tetangga, jadi bisa sambil berolahraga karena kami berjalan keliling kampung bertamu ke semua tetangga.
Dengan begitu, anak-anak menjadi lebih banyak bergerak dan berlarian yang menyehatkan. Tapi kalau tidak terkontrol, di setiap rumah bisa-bisa semua hidangan dicicipi yang biasanya berupa roti kering yang tinggi gula dan lemak.
